Keanggotaan Ukraina di NATO Menjadi Landasan dalam Pembicaraan Perdamaian, Kata Kremlin
Kremlin menyatakan pada Senin bahwa potensi keanggotaan Ukraina di NATO tetap menjadi isu fundamental dalam diskusi tentang kemungkinan penyelesaian perdamaian.
“Tentu saja isu ini merupakan salah satu landasan utama dan, tentu saja, menjadi subjek diskusi khusus,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada para wartawan.
Peskov mengindikasikan bahwa Rusia sedang menunggu pembaruan dari Amerika Serikat setelah pembicaraan AS dengan negara-negara Eropa dan Ukraina di Berlin.
Presiden Rusia Vladimir Putin secara konsisten menuntut agar Ukraina secara resmi meninggalkan aspirasinya terhadap NATO dan menarik pasukan dari sekitar 10% wilayah Donbas yang masih berada di bawah kendali Kyiv.
Moskow juga bersikeras bahwa Ukraina harus mempertahankan netralitas dan tidak ada pasukan NATO yang dapat ditempatkan di dalam wilayah Ukraina.



Post Comment