NASA Ungkap Rencana Pemetaan Galaksi Bima Sakti dengan Teleskop Nancy Grace Roman
NASA mengungkapkan detail dari tugas Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman selama berada di luar angkasa. Teleskop ini akan memetakan Galaksi Bima Sakti secara detail.
Pemetaan ini akan memakan waktu selama 29 hari dalam kurun waktu dua tahun. Meski pesawat ruang angkasa Gaia ESA telah memetakan sekitar 2 miliar bintang Bima Sakti, banyak bagian galaksi yang masih tersembunyi oleh debu tebal.
Untuk melengkapi hasil pemetaan tersebut, teleskop Roman akan menggunakan penglihatan panas inframerahnya yang kuat untuk menembus debu tebal di antariksa. Dengan begitu, Roman dapat melihat apa yang ada di baliknya.
“Sungguh menakjubkan bahwa kita akan dapat melihat menembus bagian terpadat dari galaksi kita dan menjelajahinya dengan benar untuk pertama kalinya,” kata Rachel Street, Ilmuwan senior di Observatorium Las Cumbres, mengutip dari blog NASA pada Senin, 15 Desember.
Pemetaan ini akan mencakup hampir 700 derajat persegi di sepanjang pita bercahaya Bima Sakti. Para ilmuwan memperkirakan survei ini akan memetakan hingga 20 miliar bintang. Roman akan mengintip melalui kabut tempat kelahiran bintang, atau disebut Buaian Kosmik.
Teleskop tersebut akan mengamati jutaan embrio bintang, bintang-bintang yang baru lahir yang masih terbungkus debu, dan bintang-bintang balita yang memancarkan cahaya tak terduga. Observasi ini akan memberikan wawasan yang lebih luas tentang alam semesta.
“Survei ini akan mempelajari sejumlah besar bintang di begitu banyak lingkungan bintang yang berbeda sehingga kita akan mengambil sampel setiap fase evolusi sebuah bintang,” kata Street.
Selain itu, Roman akan mempelajari hampir 2.000 gugusan terbuka muda yang terikat longgar. Pembelajaran ini dilakukan untuk memahami bagaimana lengan spiral galaksi memicu pembentukan bintang.
Pengamatan luar angkasa ini juga akan memetakan puluhan gugusan bola kuno di dekat pusat galaksi untuk merekonstruksi sejarah awal Bima Sakti. Roman dijadwalkan lepas landas pada Mei 2027, tetapi NASA berupaya meluncurkannya pada musim gugur 2026.



Post Comment