Loading Now

Highlight

Beijing Siap Luncurkan Kebijakan Domestik Proaktif 2026 untuk Dongkrak Ekonomi – Imbas Global Bisa Luas

Voxdei.id – China akan terus memperluas permintaan domestik dan mendukung perekonomian secara lebih luas dengan kebijakan yang lebih proaktif pada tahun 2026, menurut Politbiro — badan pengambil keputusan tertinggi Partai Komunis yang berkuasa — seperti dikutip media pemerintah Xinhua pada Senin.

Pernyataan tentang “kebijakan fiskal yang lebih proaktif” dan “kebijakan moneter yang cukup longgar” menunjukkan kemungkinan tetap tingginya defisit anggaran, penerbitan utang, serta pemangkasan suku bunga tambahan tahun depan untuk mencapai target pertumbuhan yang diperkirakan tetap di kisaran 5%, kata para analis.

“Saya memperkirakan target pertumbuhan tahun depan akan kembali ditetapkan sekitar 5%, karena China dapat mencapainya dengan mengandalkan ekspor yang kuat. Bahkan jika ekspor menghadapi tantangan sementara, pemerintah bisa menggunakan kebijakan fiskal untuk menutup kekurangannya,” ujar Dan Wang, Direktur China di Eurasia Group.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu berada di jalur untuk mencapai target pertumbuhan sekitar 5% pada tahun ini, namun masih menghadapi hambatan berupa keterpurukan sektor properti yang berkepanjangan, lemahnya permintaan konsumen, kelebihan kapasitas pabrik di beberapa sektor, dan penurunan investasi berbasis infrastruktur.

Meskipun China dan Amerika Serikat telah mencapai gencatan perdagangan, produsen China masih meningkatkan upaya untuk mendiversifikasi pasar ekspor mereka, mengejar hubungan dagang lebih erat dengan Asia Tenggara dan pasar berkembang lainnya, serta memanfaatkan jejak global perusahaan China untuk membangun pusat produksi baru demi akses tarif rendah.

Data bea cukai pada Senin menunjukkan surplus perdagangan China dalam 11 bulan pertama tahun ini melampaui $1 triliun untuk pertama kalinya. Pengiriman barang ke AS turun 29% secara tahunan pada November, tetapi ekspor ke Uni Eropa meningkat 14,8% secara tahunan bulan lalu, dan ekonomi Asia Tenggara yang tumbuh pesat menyerap 8,2% lebih banyak barang dalam periode yang sama.

China akan meningkatkan koordinasi antara pekerjaan ekonomi domestik dan pertarungan perdagangan internasional tahun depan, kata Xinhua.

“Saya pikir ini berarti kebijakan ekonomi tahun depan akan disusun lebih fleksibel dari sebelumnya,” kata Zhiwei Zhang, Presiden dan Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management.

“Meski ada gencatan perdagangan antara AS dan China, China masih memperkirakan ketidakpastian tinggi pada tahun depan. Kebijakan domestik mungkin perlu disesuaikan tergantung pada lingkungan ekonomi eksternal.”

Fokus Kembali ke Reformasi Struktural

Para pembuat kebijakan juga menghadapi dilema antara melanjutkan reformasi struktural yang berat di tengah tantangan eksternal, atau menggulirkan stimulus tambahan untuk mendorong permintaan domestik.

Terhambat oleh perlambatan global, krisis properti yang berkepanjangan, serta pemerintah daerah yang terbebani utang, para pejabat kesulitan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi, sehingga fokus kembali tertuju pada perlunya reformasi ekonomi.

Beijing telah memberi sinyal perubahan ke arah dukungan terhadap konsumsi rumah tangga dan penyeimbangan kembali ekonomi dalam lima tahun mendatang guna mengatasi ketidakseimbangan struktural yang memburuk — namun langkah tersebut mungkin membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil.

Walaupun laporan Xinhua tidak secara langsung menyebut “konsumsi rumah tangga”, laporan itu menegaskan bahwa negara harus “berpegang pada prinsip permintaan domestik sebagai penggerak utama dan membangun pasar domestik yang kuat.”

“Kita harus mengedepankan kesejahteraan rakyat dan berupaya melakukan lebih banyak hal yang bermanfaat secara nyata bagi masyarakat.”

Para investor dan ekonom kini menunggu Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan, yang diharapkan menetapkan target pertumbuhan utama dan arah kebijakan untuk tahun depan — bagian dari upaya Beijing untuk memulai rencana lima tahun yang baru dengan landasan yang kuat.

Target tersebut tidak akan diungkap secara resmi hingga sidang parlemen tahunan pada Maret mendatang.

Post Comment

HOT NEWS